Kisah

Rabu, 11 Mei 2016

Awal Perjalanan Cinta, Akhir Masa Penantian





Dipersatukan adalah hal terindah untuk dua sejoli yang saling membangun cinta karena-Nya
-Tikadji-



 

Menanti hadirmu…seperti aku yang tengah berjalan mengikuti arah mata angin…membiarkan langkah kaki ini tergerak sendiri…
Tak mengapa aku terluntang-lantung dalam pencarian ini…karna sosok idaman itu seakan jauh dari pandangan, tapi dekat dalam angan…

Kumenatap wajahku di genangan air itu…kumelihat rona sedih, hampa…karna ada yang belum lengkap dari pantulnya…ya…aku inginkan pada pantulan itu ada wajahmu…namun akupun tak tahu seperti apa dirimu…

Cinta membuatku berkhayal…dirimu hadir tidak sebagai sosok yang sempurna…tapi sederhanamu yang akan membuatku jatuh cinta…
Ya Allah…jika harus cinta itu tumbuh hari ini…izinkan aku untuk mendekapnya dalam sujud panjangku…
Yakinkan aku dengan jawaban dari-Mu…yang mana yang baik untukku tanam, yang mana yang baik untuk kubuang…

Aku masih dalam penantian ini…untukmu calon imamku…
Allah tengah mengujiku untuk bersabar menantimu…dengan terus menundukkan hati dan pandanganku…
Karna hanya kamu yang akan mampu mengangkat dagu ini, dan hanya mataku yang tercermin di matamu…

Jarum jam terus berjalan…sementara aku masih disini…masih dalam taatku kepada-Mu…tidak pernah terfikir untuk mengkhianati-Mu, curang dalam penggapaian dekap seorang kekasih…

Tidak…tidak akan…aku akan terus berjalan dalam keridhoan-Mu…ya Allah…apa yang Engkau anjurkan, itulah yang akan kulakukan…dan apa yang Engkau larang, itulah yang kujauhi…

Biarkan benih cinta tumbuh di hati ini seizin dari-Mu…
Sampai di persimpangan jalan…tanda itu datang…dari-Mu…yang sebetulnya masih sulit untuk kupahami…
Karna kali ini…untuk pertama kalinya…aku merasakan takut…ya…takut atas apa yang sesungguhnya Engkau anjurkan…

Ta’aruf…ta’aruf???
Berkali-kali aku mempelajarinya…berkali-kali pula raguku datang kembali…
Apa harus dengan cara seperti ini untuk mendapatkan inginku, serta ridho-Mu?
Ya Allah…aku memang harus mencari jawaban ini sendiri…bantu aku ya Allah…Kau kirimkan satu pilihan...dan untuk pertama kalinya aku merasa begitu gugup…raguku kembali datang…mendekap diri ini, memaksa logikaku bermain untuk tidak lagi mengambil jalan ini…jalan yang sesungguhnya Kau anjurkan…

Hingga aku tersadar…syaitan berhasil mempengaruhiku…untuk menjauh dari-Mu…Astaghfirullah…Astaghfirullah…Astaghfirullah…
Tidak…aku tidak mau jauh dari-Mu…
Aku kembali meneruskan perjalanan ini…satu pilihan yang telah datang, kuberanikan diri menghadapinya…Alhamdulillah Engkau memudahkanku untuk menjawabnya…
Bukan…bukan dia jodohku…pasti masih Engkau simpan…aku yakin itu :’)

Tak berselang lama…lagi-lagi kau hadirkan sebuah pilihan…
Aku telah belajar…bagaimana untuk mudah meyakinkan hatiku mendapatkan jawaban dari-Mu…kutelaah…kutimbang…dan kubawa dalam do’a…sepertinya aku sudah memiliki jawaban…dan aku yakin atas itu…

Namun…bersamaan dengannya…kau hadirkan lagi satu pilihan…
Beruntun Engkau beri saat hatiku kupasrahkan pada-Mu…beruntun Engkau hadirkan pilihan untuk dapat kupilih yang terbaik…beruntun Engkau memintaku untuk lebih sering menemui-Mu…

Dan…pilihan kali ini…insyaAllah semuanya atas petunjuk-Mu…aku memilih…dia yang hadir tanpa belum pernah menyapaku…bukan dia yang dengan sengaja mencari perhatianku…

Terima kasih ya Allah…kali ini isitikharah menjadi jembatan keyakinan hatiku…
Kutemui Engkau siang malam, dengan dua tanganku yang terus menengadah…mengharap kepastian atas tanda hadirnya sang pengisi hati…
Bukan melalui mimpi, atau terbayang setiap hari…tapi segala ketidaksengajaan yang mengarah mataku tercermin di sorot matanya…

Tak sanggup ku menahan senyum hadir di wajahku, aku malu…aku malu menceritakannya, hingga hanya mampu kutoreh melalui goresan tinta saja…
Dia…yang kukagumi adalah kesederhanaanya…sesederhana caranya mendekatiku…caranya yang mebuatku yakin bahwa ya…insyaAllah dia…dia jawaban atas pertanyaanku selama ini…

Sang pangeran yang datang dengan membawa harapan untuk bersama membuktikan indahnya pacaran setelah menikah…
Alhamdulillah…

Kini kuharap kepada-Mu bahwa sebenarnya telah kumulai perjalanan cintaku, dan berakhirlah masa penantianku…:’)



Aku sampai tak berani berangan, karena yang kuharap kenyataannya akan jauh lebih indah dari anganku
Yaitu kepastian
Akad :’)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar